Memilih Waktu untuk Bersedekah

Sedekah merupakan salah satu amalan yang sangat besar nilai pahalanya, dan berlipat ganda di sisi Allah SWT. Bahkan karena hal tersebut, sampai-sampai letika jenazah diberi kesempatan untuk hidup kembali, maka amalan yang paling ingin dilakukannya ialah untuk bersedekah.

Allah SWT. berfirman di dalam Al-Qur'an;

وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ
Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu; lalu dia berkata (menyesali), “Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh.
[QS. Al-Munafiqun (63): 10]

Dari ayat tersebut dapat kita ambil pelajaran bahwa jangan sampai nanti kita menyesal saat tiba waktunya kita selesai mengumpulkan amalan di dunia ini dan tak ada lagi kesempatan untuk memperbanyak pahala yang sangat bernilai dari amalan sedekah.

Sahabat RBS yang dirahmati Allah, bersedekah juga memiliki keutamaan dari sisi pemilihan waktunya. Jika kita sengaja bersedekah di waktu-waktu tersebut, maka amalan sedekahnya menjadi lebih bernilai dan berlipat pahalanya.

zis.or.id - Memilih Waktu untuk Bersedekah

Sahabat RBS yang dimuliakan Allah, mari kita simak sebuah hadits berikut;

أَبُو هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الصَّدَقَةِ أَعْظَمُ
Abu Hurairah radliallahu ‘anhu berkata: “Seorang laki-laki datang kepada Nabi Shallallahu’alaihiwasallam dan berkata,: “Wahai Rasulullah, shadaqah apakah yang paling besar pahalanya?”

أَجْرًا قَالَ : أَنْ تَصَدَّقَ وَأَنْتَ صَحِيحٌ شَحِيحٌ تَخْشَى الْفَقْرَ وَتَأْمُلُ الْغِنَى وَلَا تُمْهِلُ حَتَّى إِذَا بَلَغَتْ الْحُلْقُومَ قُلْتَ لِفُلَانٍ كَذَا وَلِفُلَانٍ كَذَا وَقَدْ كَانَ لِفُلَانٍ
Beliau menjawab: “Kamu bersedekah saat sehat, kikir, takut miskin dan kamu berangan-angan untuk menjadi hartawan yang kaya raya. Dan janganlah kamu lalai hingga nyawamu sampai di tenggorokan dan barulah kamu bagi-bagikan sedekahmu, ini untuk si Fulan dan ini untuk Fulan. Dan ingatlah, harta memang untuk si Fulan."
[HR. Bukhari, No. 1419; & Muslim, No. 1713]

Dari hadits tersebut dapat kita ambil kesimpulan, bahwa terdapat empat waktu terbaik untuk melaksanakan sedekah:

1. Bersedekah dalam Kondisi Sehat

Seseorang yang memiliki kondisi badan sehat, memiliki kesempatan untuk melakukan banyak hal dan baik itu dalam hal pekerjaan untuk mendapatkan rizqi yang berkah, sangat dianjurkan juga untuk bersedekah.

Selain untuk mengingatkan diri kita agar tidak tergelincir dalam mengejar ambisi duniawi, kita juga dapat mengejar ambisi untuk meraih cita-cita masa depan yang gemilang untuk mendapatkan Ridho Allah Azza wa Jalla menghuni surgaNya kelak.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda;

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang.
[HR. Bukhari no. 6412, dari Ibnu ‘Abbas]

Terkadang dalam keadaan seperti ini, biasanya seseorang akan merasa sangat sulit dan malas mengeluarkan hartanya untuk bersedekah. Karena pada masa tersebut, kebanyakan manusia harta dan tenaganya akan dicurahkan untuk mengejar kesuksesan duniawi.

Oleh karena itu, bersedekah dalam kondisi tersebut membutuhkan tingkat keikhlasan yang tinggi dalam beramal, yang hanya mengharap ridho Allah SWT, bukan untuk mengharap imbalan papun dari apa yang disedekahkan.

2. Sedekah Ketika Muncul Sifat Kikir

Ibnu Hajar rahimahullah berkata, “Hadits di atas mendorong supaya setiang orang berjuang melawan hawa nafsunya untuk mengeluarkan harta padahal ada sifat pelit dan tamak yang menghalangi. Ini yang menunjukkan bahwa sedekahnya benar-benar jujur dan kuatnya semangat orang yang melakukannya.”
[Fathul Bari, 3: 285]

Memang ada kalanya seseorang muncul sifat kikir, oleh sebab itu Allah akan melipatgandakan pahala seseorang yang bersedekah ketika muncul sifat kikir pada seseorang.

Allah SWT., berfiman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا أَنْفِقُوا مِمَّا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ يَوْمٌ لَا بَيْعٌ فِيهِ
Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari rezki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli.
[QS. Al Baqarah (2): 254]

3. Bersedekah Ketika Muncul Khawatir Jatuh Miskin

Waktu yang utama untuk bersedekah ketiga yaitu saat si pemberi sedekah berada dalam kondisi yang sangat khawatir menjadi miskin. Kondisi seperti itu bisa terjadi ketika orang tersebut mungkin sedang dihadapkan pada masalah hutang, karyawan yang mengalami PHK atau memgalami kerugian dalam bisnisnya.

Namun, bagi kaum beriman meskipun suatu metika dihadapkan perasaan yang demikian ia tidak pernah ragu untuk bersedekah. Hal tersebut menjadi wujud bahwa orang tersebut senantiasa bertawakal kepada Allah dalam keadaan apapun.

Terlebih lagi, dia sangat menyadari bahwa jika Allah menghendaki maka ia bisa saja jadi miskin atau kaya dalam sekejap. Orang yang seperti itu sudah menjadikan sedekah sebagai salah satu karakter penting di dalam keseluruhan sifat dirinya. Sebagaimana Allah berikan gambarannya seperti orang bertaqwa di dalam Al-Qur’an;

ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ فِى ٱلسَّرَّآءِ وَٱلضَّرَّآءِ وَٱلْكَٰظِمِينَ ٱلْغَيْظَ وَٱلْعَافِينَ عَنِ ٱلنَّاسِ ۗ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلْمُحْسِنِينَ
,,, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.
[QS. Ali Imran (3) ayat 134]

4. Bersedekah Ketika Ingin Menjadi Kaya

Waktu terbaik bersedekah yang keempat ialah ketika seseorang dalam keadaan sangat ingin menjadi kaya. Kondisi ini terkadang memang bisa membuat seorang menjadi pelit atau kikir dalam membelanjakan hartanya, karena khawatir keinginannya untuk menjadi kaya akan tertunda atau bahkan merasa terhalang. Karena orang tersebut sedang mengejar kekayaan dan membutuhkan sejumlah harta untuk mencapai targetnya.

Orang yang ingin menjadi kaya akan tetapi dia juga bersedekah maka dia merupakan bagian dari orang yang tidak ingin menikmati kekayaan untuk dirinya sendiri, namun juga berbagi dengan orang lain yang membutuhkan.

Ketika orang tersebut selalu ingat dan selalu bersedekah dalam keadaan apapun, orang tersebut juga akan terhindar dari sifat tamak seperti Qarun dan juga kisah raja-raja tamak lainnya yang Allah hinakan pada akhir hidupnya.

Sahabat RBS yang dirahmati Allah, itulah empat waktu terbaik untuk bersedekah. Semoga kita lebih sadar untuk memilih waktu terbaik untuk sedekah, agar kita dapat meraih keberkahan yang berlimpah dari sedekah dan meraih keridhoan Allah SWT, karena telah mengikuti teladan Rasulullah SAW. Jangan sampai kita menunda-nunda niat untuk sedekah, mengingat firman Allah SWT., di dalam Al-Qur'an;

وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ
Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian.
[QS. Al-Munafiqun (63): 10]